Malang, 25 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik, SMK Negeri 11 Malang menyelenggarakan Workshop Pola Pikir Bertumbuh Seri 2 pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna SMKN 11 Malang tersebut diikuti oleh para guru sebagai bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya belajar dan pengembangan diri secara berkelanjutan.

Workshop menghadirkan Sholehuddin, S.Pd., M.M. sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta aktivitas kelompok yang mendorong para guru untuk membuat contoh intervensi yang dilakukan untuk membuat siswa menjadi memiliki pola pokir bertumbuh.

Salah satu fokus utama workshop adalah pemahaman mengenai fixed mindset (pola pikir tetap) dan growth mindset (pola pikir bertumbuh). Para guru diajak memahami bahwa setiap peserta didik memiliki potensi untuk berkembang melalui proses belajar, pengalaman, latihan, tantangan, serta dukungan lingkungan yang tepat.

Membantu Siswa Beralih dari Fixed Mindset ke Growth Mindset

Dalam proses pembelajaran, guru sering menjumpai peserta didik yang merasa bahwa kemampuan mereka bersifat tetap. Pernyataan seperti “Saya memang tidak bisa matematika”, “Saya tidak pintar”, atau “Saya pasti gagal” dapat menjadi contoh pola pikir yang membuat peserta didik enggan mencoba dan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Melalui workshop ini, guru dibekali pemahaman dan strategi untuk melakukan intervensi terhadap pola pikir siswa. Intervensi tersebut diarahkan agar peserta didik mampu melihat kesulitan bukan sebagai tanda ketidakmampuan, melainkan sebagai bagian dari proses belajar dan kesempatan untuk berkembang.

Guru juga diajak untuk lebih memperhatikan cara memberikan umpan balik kepada peserta didik. Pujian dan apresiasi tidak hanya diarahkan pada hasil akhir, tetapi juga pada proses, usaha, strategi, ketekunan, dan perkembangan yang ditunjukkan siswa.

Dengan demikian, lingkungan pembelajaran diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk lebih berani menghadapi tantangan, tidak takut melakukan kesalahan, terbuka terhadap masukan, serta memiliki kemauan untuk terus belajar.

Guru sebagai Penggerak Budaya Belajar

Penerapan pola pikir bertumbuh tidak hanya berkaitan dengan peserta didik. Guru juga perlu memiliki pola pikir yang terbuka terhadap pembelajaran dan pengembangan diri. Oleh karena itu, kegiatan workshop menjadi ruang bagi para guru untuk melakukan refleksi terhadap peran mereka dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Melalui diskusi dan kerja kelompok, para guru saling berbagi pengalaman mengenai berbagai karakteristik peserta didik serta mendiskusikan pendekatan yang dapat digunakan ketika menghadapi siswa yang menunjukkan pola pikir tetap.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan guru dalam membangun komunikasi yang positif dan memberikan respons yang mendorong perkembangan peserta didik.

“Guru memiliki peran penting dalam membantu peserta didik melihat bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses. Karena itu, cara guru memberikan respons, umpan balik, dan kesempatan kepada siswa untuk mencoba menjadi bagian penting dalam membangun pola pikir bertumbuh.”

Catatan: kutipan di atas merupakan redaksi yang disusun berdasarkan substansi kegiatan, bukan kutipan langsung narasumber. Jika Bapak memiliki pernyataan asli dari Bapak Sholehuddin atau Kepala SMKN 11 Malang, kutipan tersebut sebaiknya digunakan sebagai pengganti agar menjadi kutipan langsung.

Mewujudkan Pembelajaran yang Lebih Bermakna

Workshop Pola Pikir Bertumbuh Seri 2 menjadi salah satu bentuk komitmen SMKN 11 Malang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya kompetensi guru. Penguatan kompetensi pendidik diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip growth mindset dalam interaksi sehari-hari di kelas, sehingga tercipta lingkungan belajar yang mendorong peserta didik untuk berani mencoba, mampu menghadapi tantangan, belajar dari kesalahan, dan terus mengembangkan potensinya.

Dengan semangat “Belajar untuk terus bertumbuh dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna”, SMKN 11 Malang terus mendorong seluruh warga sekolah untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *